“kenapa tiba-tiba tiga pertanyaan itu yang muncul dari pikiranku?” mungkin
saat ini aku memang belum ingin disebut “seorang dewasa”.. karena aku
punya satu jawaban untuk ketiga pertanyaan tersebut.. yaitu “BELUM”.. hehe..
Banyak pendapat sih.. kalau
bicara masalah umur, ada yang bilang usia tanggung (17 – 19 tahun) sudah bisa disebut
dewasa karena sudah memiliki KTP, hak pilih, dan sudah dipercayai memegang SIM
A (untuk mengendarai mobil) bagi yang memenuhi syarat. Di Jepang sendiri usia
dewasa terhitung sejak seseorang menginjak 20 tahun. Hal ini ditandai dengan
upacara khusus yang disebut Seijin Shiki.
Jadi ada satu hari spesial di Jepang yang disebut Seijin no Hi dimana para muda-mudi yang baru saja berusia 20 tahun diundang
oleh pemerintah untuk berkumpul di suatu tempat dan berpesta merayakan usia
dewasa mereka. Di Indonesia secara umum usia dewasa terhitung sejak ia 21
tahun. Di berbagai perlombaan seperti MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) misalnya,
seorang peserta yang masuk kategori dewasa harus berusia minimal 21 tahun, jika
sampai akhir MTQ ada peserta yang usianya 21 tahun kurang satu hari, maka ia
masih ikut kategori remaja, hehe..
Oke.. sebenarnya bukan masalah
umur yang ingin aku tekankan di sini. Tapi arti dewasa secara pikiran dan
tingkah laku. Jiwa yang dewasa.. bukan sekadar usia yang disebut matang. Hmm..
aku sering mendengar kalau orang dewasa itu hidupnya penuh lika-liku dan
masalah.. (dengar dari mana ya? ^^), dan setiap orang dewasa memiliki cara
tersendiri untuk menghadapi masalahnya. Ada yang diam (mudah-mudahan sambil
mikir mencari solusi.. ),
ada yang refreshing ke tempat yang
menenangkan pikiran, ada yang marah-marah ke orang di sekitarnya (wah, yang ini
bahaya nih), dan tentu saja ada yang dengan menangis! (kebanyakan sih kaum Hawa).
Ya begitulah.. perjalanan hidup
kita memang tidak akan selalu mulus, ada saja rintangan yang harus dihadapi
bahkan yang datang secara tiba-tiba! Kejadian demi kejadian membuat kita matang
akan pengalaman hidup, dan pastinya menambah koleksi karakter manusia yang kita
hadapi di setiap kejadian kita. Aku mulai mengenal banyak karakter manusia
sejak masuk kuliah. Bertemu teman dari penjuru nusantara lengkap dengan
karakter khas yang mereka bawa. Ada yang lembut, ada yang kasar, ada yang
sopan, banyak juga yang blak-blakkan, ada yang sensitif, tidak sedikit juga
yang penyabar. Semua aku pelajari, dan dari situ aku bisa mengambil sikap
terbaik terhadap seseorang. Inilah yang aku lakukan untuk mempelajari ilmu
bijaksana. Karena kupikir, orang dewasa itu seharusnya sudah lulus ilmu
bijaksana yang menjadi mata kuliah wajib di universitas kehidupan.
Sudah lama juga aku tak menuangkan tulisan ke blog ini, bukan nggak mau atau mungkin (ngerasa) sibuk, tapi seringkali aku mengurungkan niat sesaat sebelum ingin berkata-kata di blog ini. Kenapa ya? hmm..
Tapi Alhamdulillah kali ini aku 'berhasil' untuk tidak membatalkan niat menulis di blog. Karena memang saat ini aku 'hanya ingin menulis'... setelah memikirkan banyak hal.. mulai dari atmosfer kuliah yang makin menantang (karena dah masuk tingkat 3), hingga Ramadhan yang sudah berlalu 1/6-nya.. (sungguh sangat cepat!)
Anyway, saat ini pikiranku fokus pada satu kata: Lagho --berasal dari bahasa Arab. Kata ini pertama kali kudengar dari Papa. Saat itu aku kecil bersama abangku sedang bermain banyak hal sampai lupa waktu. Dari nonton film kartun sampai menyelesaikan game Play Station yang benar-benar menyedot perhatian kami. Papa pun tak tinggal diam, beliau melarang kami yang sudah berjam-jam di ruang keluarga itu (istirahatnya cuma pas makan, sholat, terus lanjut lagi main PS). "Nak, kalau begini sudah tidak boleh, kalian sudah lagho namanya, berbuat sia sia menghabiskan waktu, dan Allah tidak suka itu..". Yup! kalau Papa sudah angkat bicara seperti itu, tak ada dari kita yang berani melawan. Main PS pun dihentikan saat itu juga.. diganti dengan bantu Papa di belakang rumah atau bantu Mama di dapur. Dan benar saja, libur sekolah saat itu jadi terasa lebih bermanfaat buat kami.
Sekarang.. ketika aku merantau jauh dari orang tua tercinta, peluang untuk lagho justru makin besar. Banyak hal hal disekitar yang membuatku lupa melakukan apa yang harus kulakukan saat itu, jadilah waktu yang terbuang sia-sia! Apalagi saat ini, mungkin bukan PS.. tapi dunia maya sudah cukup menyita waktuku. Ku akui, aku benar-benar merasakan manfaat dari fasilitas internet, namun godaan untuk lagho justru sangat aku rasakan disini. Ada rasa sayang untuk menghentikan penyelamanku di dunia maya walaupun segala yang aku butuhkan di internet saat itu sudah aku dapatkan. Mungkin sama seperti bermain PS, menjelajahi dunia maya sekadar mencari info terbaru atau berita, atau mungkin ngobrol dengan teman dan keluarga lewat IM maupun Skype merupakan suatu hiburan bagiku. Tentu saja itu boleh dilakukan. Namun semua pasti ada batasnya, ada syari'ah-nya, ada adab-adabnya.
Teman.. sebagai manusia biasa tentunya kita juga tidak bersih dari sifat lagho. Sering kali tanpa sadar kita sudah membuang-buang banyak waktu. Ya.. itu pastinya kerjaan syaitan yang sudah membuat diri ini lupa waktu. Padahal, yang namanya waktu itu tidak akan pernah menunggu siapapun! dia akan istiqomah berjalan dijalannya.. Untuk itu teman, marilah kita saling mengingatkan... ingatkan juga orang-orang terdekat kita lainnya, dan mintalah mereka untuk mengingatkan kita juga.. agar tak ada lagi perbuatan kita yang lagho..
karena perbuatan lagho bisa membawa kita lalai karena perbuatan lagho bisa menjadi ladang dosa! karena "membuat kita lagho" adalah salah satu jobdesc-nya Syaitan!! Na'udzubillahi min dzalik..
Say NO to Lagho!
pada akhirnya.. Selamat melanjutkan pertarungan melawan hawa nafsu di arena Ramadhan kali ini! semoga kemenangan sejati akan kita peroleh di Syawal nantinya.. aammiin..
-------------------------------------------------- .... pelihara mata, jagalah telinga kawal-lah lidah dari yang sia-sia pikirkanlah yang mendapatkan faedah hubungkan hatimu dengan Allah
Kalau seseorang melebihkan perhatiannya ke orang lain lalu kita cemburu .. itu tandanya kita cinta padanya
Kalau seseorang lebih senang berteman dengan orang lain lalu kita cemburu ... itu tandanya kita sayang padanya
Cemburu itu asik ya.. seperti parameter perasaan kita pada seseorang atau sesuatu
Ada cemburu yang baik.. ada yang gak baik.. Ada cemburu yang penting.. ada juga yang nggak penting
Sering kali cemburu yang menyadarkanku.. ~ Saat sahabatku suatu waktu lebih sering berteman dengan yang lain.. aku cemburu,, dan saat itu baru kusadari betapa aku menyayanginya.. .. cemburu seperti ini termasuk cemburu yang baik dan penting :)
Lalu bagaimana cemburu yang nggak baik dan nggak penting? Tentu saja.. cemburu yang hanya menimbulkan kemudharatan, yang merusak hati dan pikiran, menambah dosa, membuang waktu-tenaga-pikiran, dan bener2 gak ada gunanya buat dicemburuin! ... semoga kita semua bisa terhindar dari cemburu golongan ini..
Ada juga cemburu yang bikin kita semangat! Aku sering cemburu pada seorang teman yang selalu mendapat juara pertama tilawah di MTQ tahunan Chevron.. Aku sering cemburu pada teman yang lain yang punya banyak sekali hafalan surah Al-Qur'an Aku juga cemburu pada seseorang yang aku kagum dengan sifat lembut dan penjagaan emosinya dan pastinya aku cemburu dengan teman-temanku yang memiliki segudang prestasi dan sudah bisa hidup mandiri..
... Subhanallah, bagiku mereka semua luar biasa.. hebat, salut, dan... aku cemburu! cemburu karena usaha keras mereka benar-benar membuahkan hasil,, mungkin aku harus lebih berikhtiar lagi.. harus lebih kenceng lagi melakukan pedekate sama Allah..
Hmm.. ngakunya cinta sama Allah.. bilangnya cinta terbesar hanya kepada Allah.. tapi, pernahkah kita merasa cemburu kepada Yang Maha Pencemburu? hanya diri sendiri dan Allah saja yang tahu..
Terima kasih ya Rabb.. Aku suka dengan rasa cemburu ini.. karena cemburu menyadarkanku rasa sayang karena cemburu yang membuatku jadi semangat karena cemburu memberitahuku akan cinta..
Sudah cukup lama rasanya aku tidak menulis di blog ini, dan selama itu pula sudah banyak kejadian yang terjadi.. senang, susah, deg-degan, kangen, bahagia semua ada.. Namun untuk saat ini aku ingin menulis tentang satu pengalaman berharga yang baru aku dapatkan selama beberapa bulan terakhir.
SPIRIT MAN!.. Sekolah PerakItan KomputeR Insan Terpadu Mencerdaskan Anak BaNgsa adalah program yang dirancang untuk melatih 15 siswa dalam mengenal dunia perakitan komputer dan sedikit tentang bisnis (dalam hal ini mengenai administrasi dan pembukuan). Goal yang ingin dicapai dari program ini adalah untuk menciptakan wirausahawan baru dalam bidang komputer. 15 peserta yang ikut dalam program ini adalah pelajar SMA dari Yayasan Bina Insan Mandiri (YABIM) yang berlokasi di samping terminal Depok.
Selama kegiatan berlangsung, banyak hal yang bisa aku dapatkan. Selain menambah lagi pengetahuan mengenai dunia perakitan komputer (yang tidak aku dapatkan di kampus), aku juga bisa mengenal banyak adik-adik yang senantiasa bersemangat selama mengikuti program ini. Keingintahuan yang besar, canda tawa di sela-sela kegiatan, keseriusan saat berdiskusi dan ujian, semangat saat presentasi tugas,, semua mereka jalani dengan suka cita. Belum lagi keributan anak-anak jalanan yang sedang berlatih menyanyikan lagu dengan gitar kecilnya di samping kelas (hehe,, jadi berisik bgt).. anak-anak itu adalah kumpulan pengamen jalanan yang mungkin sedang melakukan persiapan sebelum mereka ngamen di jalanan untuk mencari rezeki...
Daan.. kegiatan yang dilaksanakan sekitar 12 minggu ini akhirnya selesai pada akhir bulan lalu.. sedih juga rasanya berpisah dengan teman-teman peserta SPIRIT MAN!, biasanya setiap Sabtu kita akan berkumpul dan belajar bersama-sama.. namun setelah hari itu SPIRIT MAN! pun selesai, aku juga tidak lagi harus datang ke terminal depok pada Sabtu pagi..
Walaupun rangkaian kegiatan SPIRIT MAN! telah selesai dilaksanakan, namun pengalaman yang didapat akan tetap menjadi sesatu yang akan tetap tertinggal di diriku. Terima kasih banyak buat teman-teman tim SPIRIT MAN! (kak Afif, kak Agung, Ridho, kak Hanief, dan pak Adila sebagai pembimbing) serta adik-adik peserta SPIRIT MAN! yang telah berusaha bersama-sama mensukseskan program ini.. Walau bagaimanapun, SPIRIT MAN! telah menambah (satu lagi) kepingan pengalaman berharga dalam hidupku..
Semoga apapun hal bermanfaat yang kita lakukan senantiasa diiringi dengan rasa ikhlas dan niat yang lurus.. :)
Tak bisa dipungkiri, rasa egois memang sudah jadi bagian dari diri kita.. Namun disamping itu, ada akal, hati nurani dan perasaan yang juga masuk jadi komposisi dari 'paket' diri kita sebagai manusia..
dari kecil lingkungan sudah mengajarkanku untuk sebisa mungkin menahan yang namanya egois.. Hasilnya? kehidupan jadi sangat menyenangkan, tak ada permusuhan, penuh kasih sayang dan cinta, senyum, tawa, sukacita mewarnai masa kecilku yang indah..
Tapi sekarang.. persis seperti lirik dalam lagunya Hijjaz berikut.. hidup tidak selalunya indah.. langit tak selalu cerah suram malam tak berbintang itulah lukisan alam begitu aturan Tuhan...
Bukan berarti hidupku sekarang gak ada indah2nya :p, justru banyak sekali nikmat Allah yang kurasakan sekarang.. tapi seiring bertambahnya episode kehidupan, kejadian juga mengajariku banyak hal.. ~ sifat tegar ~ saling menghormati ~ pengendalian emosi ~ juga keegoisan yang memang sudah ada sejak menyandang status sebagai manusia..
seringkali hati nurani bertanya dengan penuh kecemasan,,"boleh kan sedikit egois... boleh kan..?" tentu saja boleh, asal tepat waktunya.. Kapan kita harus egois? setiap saatkah, mengingat kita memang punya hak untuk itu? atau.. harus mencoba untuk 'bersabar' dulu? sampai kapan? bukankah kesabaran nggak ada batasnya..?
hiks.. apakah pertanyaan barusan terlihat seperti pertanyaan orang yang minim ilmu? Oh ilmu.. betapa pentingnya engkau,, biar kujelajahi dirimu sambil pedekate pada Yang Maha Berilmu.. karna kata2 orang yang berilmu itu beda.. pengendalian emosinya juga bisa jauh lebih baik, pun keegoisan..
semoga perubahan yang terjadi selalu ke arah yang lebih baik... begitu juga dengan kehidupanku,,
Hari ini tiba tiba aku keinget sama temen2 grup rebana waktu SMA...
hmm.. apa kabar ya temen-temen? masih ingatkah kalian waktu kita sama-sama latihan rebana di belakang sekolah.. bahkan latihan di ruang majelis guru waktu hari ahad? masih ingatkah kalian waktu kita sama-sama pawai di tengah terik matahari menyusuri jalan utama kota Dumai untuk menyambut momen MTQ di kota tercinta..?
...... semuanya memang nggak akan terulang, pun suatu saat kalau kita diperkenankan berkumpul lagi, bukan untuk latihan apalagi tampil tentunya.. tapi sekadar reuni untuk mempertahankan ukhuwah ini..
kalau diingat-ingat, menjadi bagian dari grup rebana sekolah menjadi salah satu episode penting dari kenangan selama aku di SMA.. walaupun ada duka yang dirasa, tapi semua tertutupi dengan banyaknya suka cita yang kita rasakan.
Pernah suatu kali aku dimarahi ibu guru karena bersama teman2 minta izin tidak ikut kelas untuk latihan rebana. Bukan sengaja menjadikan alasan agar tidak belajar, tapi hari itu sudah sangat dekat dengan hari pertandingan rebana yang diadakan pemkot. Sempat pesimis juga waktu itu, tapi kita tetap berusaha untuk menampilkan yang terbaik, dan hasilnya tidak jelek.. Alhamdulillah kita dapat juara 2 se-kotamadya dan bisa menyumbangkan piala buat sekolah
Oh ya, masalah rekaman.. sebenarnya aku ikutan grup rebana sekolah karna aku emang suka sama irama2 nasyid, dan waktu SMA aku pernah coba-coba rekaman... rekaman??! rekaman di rumah sendiri dan ngerekam suara sendiri waktu aku lagi sendiri di rumah tentunya,, hehehee.. hasil rekamannya juga untuk konsumsi pribadi, paling banter keluargaku yang denger.. ^^
daan.. tadi pagi tiba2 aku ingin mengulanginya ,, aku cobain program audio mixing recorder yang ada di laptop, kemudian dengan mic laptop yang udah diatur supaya suaranya nggak mendem, aku pun re-ka-man!! untung kosan lagi sepi dan kamarku terletak di lantai 2 di kamar paling pojok.. hadu-hadu,, waktu sma kan aku rekaman pake kaset tape, tapi sekarang udah format mp3, hehe..
Hmm... aku jadi mikir, kapan-kapan mau ah rekam suaraku bareng ibu Maria Ulfa waktu tilawah.. itung-itung buat latihan juga,,
seiring detik waktu yang kita nikmati, ada banyak perubahan yang terjadi dalam episode hidup ini..
beberapa hari yang lalu aku masih suka besenda gurau dengan dua orang tetangga yang selalu ceria dan suka bercerita hal2 lucu.. tapi sekarang mereka sudah hijrah ke tempat yang lain, alhasil di depan kamarku kini cuma kamar kosong nan gelap.. tak ada lagi suara ceria yang terdengar. sepi.. sunyi.. apalagi kalo malem,, aku bener2 seperti di dunia sendiri.. begitu cepat perubahan terjadi..
aku jadi ingat temen2 di sma dulu.. sekarang mereka juga sudah berubah,, sudah semakin matang dengan image diri yang menjadi pilihan mereka.. semoga sebagian besar teman2ku meng-image-kan diri mereka dengan image pribadi yang baik akhlaqnya.. (aammiin..)
mungkin aku juga sudah banyak berubah.. entahlah, sampai saat ini aku masih berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik dari diriku.. hmm.. apakah untuk menuju perubahan yang baik itu butuh trigger dari sesuatu atau seseorang yang menjadi inspirasi kita?? lagi-lagi aku masih ragu untuk menjawab pertanyaan ini... jadi ingat sebuah lirik.. 'coz you bring out the best in me like no-one else can do.. that's why I'm by your side... that's why I love you...
Walau bagaimanapun, yang namanya perubahan itu pasti terjadi! karena tak ada yang kekal di dunia ini,,
sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi perubahan yang terjadi dengan bijaksana, berusaha untuk senantiasa berubah ke arah yang lebih baik, dan SIAP menghadapi perubahan yang sudah ditakdirkan oleh Allah.. fisik, ruhyah.. semua senantiasa berubah,, bahkan iman kita juga sering kali naik-turun..
sebulan ini akan berbeda dari bulan2 sebelumnya.. aku ikutan SP,, kuliah cuma 2 hari dalam seminggu,, bakal melakukan banyak hal yang tertunda.. ~ baca buku2 yang belum sempat dibaca.. ~ menjelajahi software buat design (sambil ngerjain amanah di medis fuki ^^) ~ mencari tempat2 bagus dan menghabiskan waktu bersama digicam tersayang di sana...
pada akhirnya,, perubahan itu pasti terjadi... tinggal bagaimana kita bisa mensyukurinya sebagai suatu nikmat yang amat besar dari Allah..
hmm..hari ini aku merasakan pertolongan Allah yang amat dekat!
sesuatu yang tadinya aku sesalkan dan takutkan, akhirnya berlalu dengan mudahnya..
tadinya aku udah bener2 pasrah menghadapi masalah ini, karena memang tidak bisa dihindari lagi, semua sudah di depan mata dan harus aku hadapi! tapi Allah yang Maha Penyayang serta merta menolongku tadi,, dengan mudahnya Allah menyelesaikan masalahku melalui cara yang tidak disangka-sangka..
oh ya Allah... betapa terharunya hati ini jalan ceritaMu begitu indah
Ya Allah,, makin kusadari sekarang betapa aku cinta padaMu.. sangat! jangan pernah tinggalkan setiap detik hidupku ya Allah.. jangan pernah..
sungguh aku bukan siapa2 kecuali Allah yang meletakkan aku di posisi saat ini, posisi di mana begitu banyak nikmat dan hikmah yang kurasakan..
Terima kasih ya Allah.. Terima kasih untuk hari ini yang begitu nikmat, nikmatnya melewati suatu fase yang cukup sulit, nikmatnya bertemu dengan orang-orang baik, termasuk nikmat air zam zam yang kurasakan hari ini..
jadi barusan tuh gak sengaja aku ketemu sama Bu dosen Basdat yang baik hati, trus pas udah salim, beliau bilang gini..
Ibu dosen : Lin, mau air zam zam nggak?? ntar datang ke ruangan ibu ya.. :) aku : air zam zam? wah.. mau dunk Bu.. ya InsyaAllah ntar saya ke sana.. Ibu dosen : (senyum sambil pergi)
seiring dengan berlalunya sang dosen Basis Data II, aku jadi teringat sesuatu... Yap!! ujian 2 Basdat beberapa minggu lalu! kertas ujian kan harus diambil langsung ke ruangan beliau!! dan aku belum niat mo ngambil...!
waq-waq.. berarti aku skalian ngambil kertas ujianku dung.. padahal niatnya mo ngambil pas abis uas besok aja,, takut ujiannya bakal bikin bad mood aku besok... (padahal gak gitu juga sebenernya,, hehe...)
pas mau ke sana,, ternyata si Ibu dah keburu pulang.. hmm.. berarti ke rungan beliaunya emang musti besok pas abis uas,, hehe.. padahal niatnya malem ini mo belajar sambil minum air zam zam,, jadi minum air putih aja deh, pake baca bismillah tentunya,, hehe
buat semuanya.. SEMANGAT UAS!! saatnya membuktikan kemampuan kamu!!
Bagaimana jika tiba-tiba kita dituntut berperan sebgaiseseorang yang istilahya "nggak gw banget"?? misalnya seorang yang lemah lembut berperan jadi seorang yang kerjanya marah-marah .. seorang yang pendiam tiba-tiba dituntut untuk ngomong banyak tentang ini itu.. seorang yang pemalu disuruh untuk bertingkah sePeDe mungkin di tempat umum.. atau mungkin seorang yang ceria dan suka bikin heboh tiba-tiba dituntut untuk diam seribu bahasa dalam satu hariii aja…
Hanya ada satu kata.. Tersiksa! Ya.. aku pun pernah merasa demikian. Gimana nggak, sesuatu yang sebelumnya nggak pernah terlintas di pikiran,, tiba2 aku dituntut untuk memerankannya... Hiks hiks, jiwaku memberontak.. mau nangis aja rasanya! Tapi dilemma ini nggak akan selesai hanya dengan menangis..
kenapa aku nggak pikirkan matang-matang hal ini sebelumnya.. padahal sudah ada yang mengingatkan aku.. kenapa aku nggak bisa mengeluarkan semua senjata untuk berperang menghadapi ini semua..padahal sebenarnya aku bisa 'menang'.. kenapa aku jadi terlihat begitu lemah.. padahal aku sudah yakin berada di pihak yang benar.. kenapa setelah aku 'dikalahkan' begini aku hanya bisa pasrah.. padahal Rasulullah mengajarkan untuk pantang menyerah..
kenapa.. kenapa.. hiks hiks.. kenapa Liiiiin…!!
Sekarang tinggal menanggung konsekuensi,, teramat banyak pelajaran yang bisa ku ambil dari kejadian ini.. dan mensyukuri bagian skenarioNYA ini adalah sesuatu yang tetap wajib aku lakukan..